Saturday, 18 June 2016

Webometrics, Teknologi Baru Pemeringkat Perguruan Tinggi

Apa itu Webometrics?

Webometric adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website universitas tersebut. Sebagai alat ukur (Webomatric) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk di Indonesia (sekalipun masih ada yang meragukan tingkat validitasnya).
Peringkat Webometric pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones  Cientificas (CSIC). CSIC merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Secara periodik peringkat Webometric akan diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan Juli. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu Perguruan Tinggi di seluruh dunia. Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Juli 2012 berjumlah 361 PT atau meningkat dibandingkan edisi Januari sebanyak 352 PT.
Webometric sudah melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia. Ada empat komponen yang menjadi indikator utama dari penilaian Webometrics ini, yaitu Presence (20%), Impact (50%), Openness (15%), dan Excellence (15%). Daftar peringkat ini berawal dari sebuah institusi bernama Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), sebuah lembaga penelitian publik di Spanyol. Dari sebuah divisi khusus yang bertugas untuk menangani dinamika informasi web yang dinamakan Cybernetics Division lahirlah Webometrics.

Apa saja yang menjadi lingkup kajian Webometrics ?

Web merupakan objek dalam kajian Webometrics, dengan demikian gabungan dari kontruksi serta sisi penggunaan dari web menjadi bahan kajian. Ada empat cakupan penelitian dalam Webometrics yang dikemukakan oleh Bjorneborn dan Ingwersen (2004) yaitu ;
    1. Analisis konten halaman web
    2. Analisis struktur link web
    3. Analisis penggunaan web (memasukan log file dari pemakai, pencarian dan prilaku pe­nelusuran)
    4. Analisis teknologi Web (termasuk kemampuan mesin pencari).

Bagaimana metodelogi atau kriteria penilaian dari Webometrics?

Mulai Juli 2012, Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics kali ini berubah dari sebelumnya. Selama ini Webometrics menggunakan kriteria sizevisibilityrich text, dan scholary, namun kali ini Webometrics menggunakan presence (20%)impact (50%)openness (15%), dan excellence (15%) sebagai kriteria penilaian. Berikut penjelasannya:
  • Presence (20%) adalah Jumlah halaman web host dalam webdomain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google. Penilaian ini menghitung setiap halaman web, termasuk semua format yang diakui secara individual oleh Google, termasuk halaman statis dan dinamis dan selain rich files.
  • Impact (50%) adalah kualitas konten dievaluasi melalui “virtual referendum” dengan menghitung semua external inlinks yang diterima oleh webdomain Universitas dari pihak ketiga. Link tersebut mengakui prestise institusional, kinerja akademik, nilai informasi, dan kegunaan dari layanan seperti yang diperkenalkan dalam halaman web sesuai dengan kriteria jutaan web editor dari seluruh dunia. Data visibilitas link dikumpulkan dari dua provider informasi yaitu Majestic SEO dan ahrefs. Keduanya menggunakan crawler sendiri, menghasilkan database yang berbeda yang digunakan bersama-sama untuk saling melengkapi atau memperbaiki kesalahan. Indikatornya adalah produk dari jumlah backlink dan jumlah domain yang berasal dari backlink tersebut, sehingga tidak hanya penting popularitas link tetapi juga keragaman link.
  • Openness (15%) merupakan jumlah file dokumen Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
  • Excellence (15%) merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2011) dan di Google Scholar (tahun 2007-2011).
Tampilan Webometrics






Sources:
Diakses pada 12 Juni 2016 pukul 23.29
http://www.perpusnas.go.id/

Pemeringkatan Perguruan Tinggi 4ICU

Saat ini, ada banyak pemeringkat universitas atau perguruan tinggi, baik yang bersifat global maupun regional, dan dengan cakupan atau metode pengukuran yang beragam. Ada lembaga yang melakukan pemeringkatan dengan melihat jumlah mahasiswa, prestasi atau pun karya ilmiah yang telah dihasilkan dosen maupun mahasiswanya. Ada pula yang melihat dari sisi lingkungan di seputar kampus. Perkembangan teknologi juga membawa pengaruh kepada metode perangkingan universitas, hingga akhirnya muncul perankingan berdasarkan website perguruan tinggi tersebut.

Apa itu 4ICU ?

4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs  yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. Kepanjangan dari 4ICU itu sendiri adalah 4 International Colleges and Universities.

Dalam hal ini, yang dimaksud sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi adalah sebagai berikut:
  • Telah resmi diakui, memiliki ijin atau telah diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
  • Berhak memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
  • Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka, program dan kursus.

Bagaimana metodologi pemeringkatan dari 4ICU ?
Dalam melakukan penilaian, ada kebijakan khusus yang dikemukakan oleh 4ICU. Mengingat yang dinilai oleh 4ICU adalah kepopuleran alamat situs resmi milik perguruan tinggi, maka 4ICU tidak memberitahukan cara penilaian yang dilakukannya guna menghindari kecurangan yang dilakukan webmaster perguruan tinggi dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi masing-masing.
Namun meskipun begitu, 4ICU memberitahukan parameter acuan yang mereka gunakan dalam menilai, yaitu dengan melihat algoritma berdasarkan indeks beberapa mesin pencari independen sebagai berikut :
  • Google Page Rank
  • Alexa Traffic Rank
  • Majestic SEO (Referring Domain, Citation Flow, Citation Trust)

Bagaimana langkah-langkah penilaian 4ICU ?
  1. Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data
  2. Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers)
  3. Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi
  4. Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO
  5. Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi

Tampilan Website 4ICU 

Tampilan Awal








Sources:
Diakses pada 12 Juni 2016 pukul 14.35

Sunday, 5 June 2016

ResearchGATE, Media Sosial Sekaligus Media Pembelajaran



Apa itu ResearchGate ?



Tampilan awal ResearchGate
ResearchGate adalah sebuah situs web jejaring sosial gratis dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan pelbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya. Semenjak Mei 2008, ResearchGate telah digunakan oleh lebih dari 1,400,000 ilmuwan dari 196 negara.

ResearchGATE ® adalah situs jejaring sosial bagi para ilmuwan dan peneliti untuk berbagi paper / bahan diskusi, tanya-jawab berbagai pertanyaan, dan menemukan rekan untuk berkolaborasi. Situs ini telah digambarkan sebagai Mashup "Facebook, Twitter dan LinkedIn" yang meliputi "laman profil, komentar, kelompok, lowongan pekerjaan, dan tombol 'like' dan 'Follow'".

Apa misi ResearchGate?

Misi dari media sosial yang satu ini adalah untuk menghubungkan para peneliti dan memudahkan mereka berbagi dan mengakses output ilmiah, ilmu pengetahuan, dan keahlian. Menemukan di ResearchGate apa yang dibutuhkan peneliti untuk memajukan penelitian mereka.

Menurut Ijad Madisch, pendiri dan CEO ResearchGate kepada VentureBeat, dengan ketertarikannya pada pemberantasan penyakit, Bill sangat sejalan dengan tujuan ResearchGate untuk membuka ilmu pengetahuan. Madisch yang bergelar M.D./Ph.D dari Harvard tersebut menciptakan ResearchGate pada tahun 2008 bersama rekannya Soren Hofmayer dan Horst Fickenscher. Gates menjadi salah satu investor untuk jejaring sosial tersebut yang masuk dalam putaran C bersama investor lainnya seperti Dragoneer Investment Group, Thrive Capital dan Benchmark and Founders Fund.

Apa saja fitur-fitur ResearchGate ?

Di ResearchGATE, para ilmuwan dapat membuat seperti profil Facebook di mana pengguna dapat membuat daftar pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan dan minat dan melampirkan makalah penelitian. Dibandingkan dengan situs dan alat kolaborasi lainnya, ResearchGate telah mengembangkan alat pencarian Internet semantik yang mampu untuk mencari makalah penelitian dari sumber internal dan database eksternal terkenal seperti PubMed, CiteSeer, arXiv, NASA Library dan sebagainya. Alat pencarian internet ini dikembangkan untuk menganalisa kata - kata dan ungkapan yang lebih luas daripada yang biasa digunakan pada alat pencarian internet lainnya dengan cara menganalisa seluruh abstrak makalah penelitian sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih akurat.

ResearchGATE juga menawarkan beberapa aplikasi yang membantu menghubungkan para ilmuwan di dunia maya. ReStory, mirip dengan GoogleDocs, memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi bersama-sama dengan rekan-rekan untuk menulis dan mengedit dokumen. ReMeet memungkinkan pengguna mengatur jadwal pertemuan dan panggilan konferensi secara online dan ReVote memungkinkan pengguna untuk membuat survei dan jajak pendapat pada topik. ResearchGATE berencana untuk menggelar beberapa fitur baru dalam waktu dekat termasuk konferensi virtual dansebuah papan pekerjaan.

Apa saja manfaat dari ResearchGate ?

  • Membagikan publikasi/makalah, mengakses jutaan jurnal penelitian/makalah, dan mempublikasikan data dan makalah kita (member).
  • Terhubung dan berkolaborasi dengan rekan/kolega, teman sebaya, co-authors, dan spesialis di bidang tertentu.
  • Mengetahui statistik dan mencari tahu siapa yang telah membaca dan mengutip publikasi kita (member).
  • Mengajukan pertanyaan, mendapatkan jawaban dan menemukan solusi permasalahan penelitian kita (member).
  • Menemukan pekerjaan yang tepat dengan menggunakan research-focused job board di ResearchGate.  
Berapa member ResearchGate?

Member ResearchGate sampai tanggal 13 Agustus 2014 adalah lebih dari 5.000.000 pengguna Sedangkan update tanggal 21 Oktober 2015 berjumlah lebih dari 8.000.000 pengguna dari 193 negara. Basis pengguna terbesar ResearchGate adalah di Eropa dan Amerika Utara. Sebagian besar pengguna ResearchGate adalah yang berkecimpung di bidang kedokteran atau biologi, meskipun juga memiliki anggota dari bidang teknik, ilmu komputer, ilmu pertanian, psikologi, dan bidang lain.

IJAD MADISCH

Ijad Madisch adalah salah satu dari tiga orang pendiri sekaligus CEO dari ResearchGate, sebuah social networking yang diperuntukkan kepada ilmuwan dan peneliti untuk saling berbagi hasil penelitian, tanya-jawab tentang ilmu pengetahuan dan saling menemukan kolaborator / bekerja sama untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

KEAHLIAN  KEMAMPUAN:

Culturing, DNA Purification, Sequencing (fluoreszence labeled terminators), Cloning, Bioinformatics Lasergene, DNAsis Max, Phylogenetic Analysis, Virtual Molecular Dynamics, Dynamite, Swiss Deep View, Pascal, C, C++, Adobe Photoshop, SPSS, MATLAB, R Statistical Package, PCR, Protein Folding, Statistical Software, Tissue Engineering, Bone Research, Infectious Diseases, Adenovirology, Medical and Biomedical Image Processing, Molecular Evolution, Genomics, SocMeds, Biomechanics, Radiology, Adenoviral Vectors, Structure Prediction, dll.

PENGALAMAN PENELITIAN

Karakteristik Adenovirus Rekombinan Medical School of Hannover-Department of Virology- Medical School of Hannover. AG HEIM
Analisis Struktur Tulang Trabekuler Harvard University-Department of Radiology-Harvard Medical School. Volume CT Group-Gupta
Harvard Medical School, Boston-USA (2007)
Massachusetts General Hospital, Department of Surgery, Boston-USA (Jan 2006 – Des 2007)
Medizinische Hochschule Hannover, Institute of Virology, Hannover-Germany (Jan 2005 – Dec 2007)
Research Assistant Massachusetts General Hospital, Department of Radiology, Flatpanel volume CT Research Group, Boston-USA (Sep 2004 – May 2005)

Eri Prasetyo


Di ResearchGate tercantum bahwa Eri Prasetyo bekerja di Universitas Gundarma, memiliki skill di bidang CMOS, Mentor Graphics, Microelectronics, Circuit Simulation dan VLSI Technology.  Beliau menambahkan 3 buah disiplin ilmu pada akunnya yaitu Electrical Engineering, Electronic Engineering dan Computer Engineering.

Beberapa paper atau article yang dibuat oleh Eri Prasetyo diantaranya:


Sumber:

Waktu akses 27 April 2016 pukul 20.00